Heroik di Udara: Perawat Asal Jember Bantu Persalinan Penumpang di Pesawat Saudia Airlines dari Jeddah ke Jakarta

  • Inung R Sulistyo
  • Sabtu, 14 Maret 2026 | 23:21 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Penumpang dan kru pesawat berfoto bersama setelah proses persalinan darurat berhasil dilakukan di dalam pesawat maskapai Saudia Airlines dalam penerbangan rute Jeddah–Jakarta.
Penumpang dan kru pesawat berfoto bersama setelah proses persalinan darurat berhasil dilakukan di dalam pesawat maskapai Saudia Airlines dalam penerbangan rute Jeddah–Jakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

 

RIWARA.ID – Kisah heroik datang dari seorang perawat asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang membantu proses persalinan seorang penumpang di dalam pesawat yang tengah terbang dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Perawat Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember, Febrian Rahmatullah (30), membantu seorang penumpang perempuan melahirkan saat berada di penerbangan Saudia Airlines dari Jeddah menuju Jakarta, Kamis (12/3) dini hari waktu setempat.

Sebagaimana dilansir riwara.id dari Antara, Sabtu (14/3/2026), peristiwa tersebut terjadi ketika pesawat sudah sekitar satu jam mengudara.

Febrian yang sehari-hari bertugas sebagai perawat di Rumah Sakit Bina Sehat Jember itu diketahui juga bekerja di Rumah Sakit Kementerian Pertahanan Thaif. Saat kejadian berlangsung, ia tengah menjalani cuti tahunan untuk pulang kampung menjelang Lebaran.

Mengajukan Diri Saat Kru Pesawat Mencari Ten aga Medis

Dalam keterangannya, Febrian menjelaskan bahwa kru pesawat sempat mengumumkan kondisi darurat melalui pengeras suara kabin.

“Saat pesawat sudah lepas landas sekitar satu jam, kru pesawat mengumumkan sedang membutuhkan tenaga medis atau dokter, sehingga saya langsung mengajukan diri untuk membantu,” ujarnya.

Setelah mendatangi lokasi penumpang yang membutuhkan pertolongan, ia mendapati seorang perempuan asal Lombok sudah dalam kondisi hendak melahirkan.

Kepala Bayi Sudah Keluar

Situasi di dalam kabin saat itu cukup menegangkan karena proses persalinan sudah berada pada tahap akhir.

“Saat awal saya datang, posisi kepala bayi sudah keluar. Saya langsung meminta perlengkapan yang tersedia dari kru pesawat untuk membantu proses persalinan seorang ibu asal Lombok tersebut,” kata Febrian.

Dengan peralatan medis yang sangat terbatas di dalam pesawat, ia tetap berusaha membantu proses persalinan tersebut dengan tenang.

Dibantu Tenaga Medis Lain

Febrian tidak sendiri saat menangani proses persalinan darurat tersebut. Beberapa tenaga medis lain yang kebetulan berada di dalam pesawat turut membantu.

“Selain saya, ada satu perawat lain dan dua dokter yang ikut membantu. Kru pesawat juga sigap membantu proses persalinan itu,” ujarnya.

Kerja sama tersebut akhirnya berhasil membantu proses kelahiran bayi di dalam pesawat.

Bayi Lahir Selamat

Setelah bayi berhasil dilahirkan, Febrian langsung memastikan kondisi ibu dan bayinya dalam keadaan stabil.

“Ketika bayi itu lahir, saya langsun g menenangkan si ibu dan menyampaikan bahwa bayinya sudah lahir dan dalam kondisi sehat, sehingga tidak perlu khawatir,” katanya.

Pesawat Putar Balik ke Jeddah

Setelah proses persalinan selesai, kru pesawat bersama kapten memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat.

Pesawat akhirnya kembali ke Jeddah guna memastikan ibu dan bayi mendapatkan penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat.

Sesampainya di bandara, tim medis bersama petugas kesehatan bandara langsung melakukan tindakan lanjutan.

“Setelah tiba di bandara, tim medis dibantu petugas kesehatan bandara dan kru pesawat melakukan tindakan pengeluaran plasenta. Kemudian ibu dan bayinya dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Pengalaman Pertama yang Menegangkan

Febrian mengaku pengalaman membantu persalinan di dalam pesawat menjadi momen yang tidak akan ia lupakan.

Ia mengaku merasakan perasaan tegang sekaligus haru karena harus menangani persalinan dalam situasi yang tidak biasa.

“Perasaan saya campur aduk, tegang, senang, dan haru. Ini pertama kalinya saya membantu proses persalinan di dalam pesawat yang sedang terbang tinggi,” katanya.

Rela Tiket Hangus Demi Menolong

Akibat kejadian tersebut, perjalanan pulang Febrian menjadi tertunda.

Ia bahkan harus merelakan tiket penerbangan lanjutan dari Jakarta menuju Surabaya hangus karena pesawat kembali ke Jeddah.

Meski demikian, Febrian mengaku tidak menyesal karena bisa membantu menyelamatkan ibu dan bayi yang lahir di tengah penerbangan.*

 

Kisah heroik perawat asal Jember, Febrian Rahmatullah, yang membantu persalinan penumpang asal Lombok di pesawat Saudia Airlines rute Jeddah–Jakarta. Pesawat bahkan sempat putar balik ke Jeddah demi keselamatan ibu dan bayi.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News